Analisis data iklim: 15. Manipulasi data harian

Data iklim lebih banyak dinyatakan dalam informasi bulanan daripada harian. Seperti curah hujan bulanan. Meskipun demikian, beberapa institusi teknis di Indonesia (seperti Kementan dan BMKG) menggunakan data format dasarian. Pada sesi ini data harian aws dari 3 stasiun cuaca (adi_12) akan dimanipulasi menjadi data bulanan. Data yang akan diolah yaitu curah hujan dan evapotranspirasi. Pertama,…

Analisis data iklim: 14. Download dan manipulasi data online BMKG

Data meteorologi dan cuaca kini telah tersedia online dan gratis yang dikelola oleh BMKG. Bagi yang ingin mendapatkan data tersebut, pengelola mengharuskan persyaratan registrasi pada web http://dataonline.bmkg.go.id/login. Jika sudah memiliki akun, anda dapat mengunduh data yang diinginkan dan menyimpan data tersebut dalam format excel. Akan tetapi, susunan data tersebut disusun acak berdasarakan tanggal sehingga perlu…

Analisis data iklim: 13. Download data ONI (Oceanic Nino Index)

Iklim merupakan bagian dari fisika atmosfer yang dinamis menurut waktu dan ruang. Dalam skala regional dan global, dinamika fisika atmosfer sangat dipengaruhi oleh perubahan pada kondisi lautan. Perubahan sedikit saja pada kondisi lautan seperti tingkat kegaraman atau suhu laut akan berpengaruh besar pada dinamika atmosfer dan selanjutnya ke dinamika iklim dalam skala regional dan global.…

Analisis Data Iklim: 12. Multiple stations bagian 4-ET

Radiasi matahari merupakan sumber energi bagi proses fisika di bumi termasuk dalam transfer uap air ke atmosfer. Terdapat banyak model penduga jumlah uap air yang hilang dari permukaan tanah dan tanaman (evapotranspirasi) berbasis pada unsur radiasi matahari. Tiga model yang terkenal yaitu Makkink (ET-Mk), Turc (ET-Tu), dan Priestley-Taylor (ET-PT). Ketiga model tersebut mengambil formula umum:…

Analisis Data Iklim: 11. Multiple stations bagian 3- ET

  Setelah perhitungan radiasi netto (Rn) pada sesi lalu (adi_10), sesi kali ini membahas perhitungan evapotranspirasi (ET) harian dari ketiga stasiun P (Pekanbaru, Palembang, dan Pontianak). Banyak pendekatan untuk perhitungan ET termasuk dengan metode Penman-Monteith FAO (ET-PM, Allen et al. 1998), Priestley-Taylor (ET-PT, Cristea et al. 2013), Makkink (ET-M, Cristea et al. 2013) dan lain-lain.…

Analisis Data Iklim: 10. Multiple stations bagian 2-Rn

Melanjutkan penggunaan R untuk analisis data iklim, sesi kali ini akan disimulasikan perhitungan radiasi netto dari data stasiun 3P. Pada sesi lalu (adi_9), data disimpan dengan nama aws.Rdat dan akan diunggah dengan fungsi load(). rm(list=ls()) load(“aws.Rdat”) Struktur obyek aws yaitu list dengan 3 elemen (stasiun). Tiap stasiun memiliki data dalam struktur dataframe. Data yang tersedia…

Analisis Data Iklim: 9. Multiple stations bagian 1

Berbicara tentang iklim, tentu tidak sebatas pada stasiun cuaca/iklim atau pada wilayah tertentu, namun melibatkan aspek wilayah yang lebih luas. Termasuk dalam pembahasan klimatologi jika kejadian fisika atmosfer terjadi pada jangkauan areal yang luas. Contoh klasik yang dapat digunakan yaitu penerimaan curah hujan tinggi di Jawa Tengah pada periode Desember-Februari. Jawa Tengah merupakan wilayah yang…